Archive for 2017

Tips Endorse Agar Lebih Maksimal

Endorse artis jutaan dengan modal nol-nol an


Oke sebelumnya pengen nanya, siapa saja yang pernah Endorse dalam bisnisnya?
Setidaknya pernah meminta orang foto menggunakan/dengan produk kita?

Nah, itulah dasar dari Endorse yang berarti testimoni yang dibuat saat menggunakan produk tersebut.
Sedikit berbeda dengan testimoni real yang dimana konsumen secara sukarela mempromosikan produk tersebut.

Sus kering Emmh
Endorse


Perlu kita ketahui bahwa sistem endorse ini booming sekitar tahun 2013-2015 saat itu sedang ramai online shop menggunakan instagram sebagai media promosi. Nah, banyak juga seleb-gram bermunculan. Disinilah mulai tercipta kerjasama antara pemilik produk dengan pemilik akun personal, bisa dari kalangan public figure maupun masyarakat biasa.

Setelah masa booming itu, justru semakin banyak seleb-gram bermunculan dan terima "jasa" endorse. Yang awalnya endorse hanya sekedar kirim produk, saat ini sudah menjadi bisnis yang menjanjikan untuk mereka yang terlibat. Lalu apa efeknya bagi pemilik produk? Perlu "lucky" saat kita endorse berbayar karena kemungkinan dan seringkali terjadi adalah pemilik produk kurang puas terhadap hasil foto maupun hasil viralnya.

Disini saya akan memberi sedikit tips bagaimana memaksimalkan ENDORSE
Yang perlu diketahui bahwa kita harus menyesuaikan produk kita dengan orang yang kita endorse. Semisal produk camilan sus kering, karena targetnya 80% wanita, maka sebagaian besar endorse ke wanita. Karena wanita sangat mudah terpengaruh dengan sesama wanita.

Sebelum kita mengirim produk ke endorser kita harus negosiasi dan di era sekarang rata-rata mereka akan mematok tarif mulai puluhan ribu hingga puluhan juta. Lalu, bagaimana agar bisa mendapat Endorse tanpa mengeluarkan banyak uang?

1. Catatlah calon endorser sesuai target market anda
2. Setelah tercatat, buatlah copywriting untuk mengirim penawaran misalnya "selamat pagi, kami dari @namaolshop mau mengirimkan camilan xxx boleh kak? :)"
3. Kirimkan ke list calon anda via DM atau email minimal sehari 20 akun
4. Jika sudah ada balasan biasanya mereka ada yang meng iya-kan ada juga yang mengirim tarif. Jika 

mengirim tarif langkah selanjutnya adalah memberi jurus berikut "Boleh free kak? karena kami masih baru dan ingin membagi produk ke kakak. Tidak di post juga gapapa kak, kami minta dikirim fotonya saja"

endorse di instagram
contoh instagram yang menarik


Nah, jurus diatas bisa dicoba jika berhasil segera kirim produk, dan jika masih gagal ulangi beberapa bulan lagi
Bayangkan jika Raisa makan sus kering Emmh dan di post di instagram, sudah pasti fans Raisa pun penasaran "apa sih itu" dan akhirnya memfollow akun Emmh tadi. Sampai disini tugas Endorser sudah selesai. Tugas selanjutnya ada di kekuatan produk dan pengelolaan instagram kita:

1. Harus menarik secara desain & Konten
2. Tidak melulu berjualan, idealnya sharing 5 kali jualan 1 kali

Intinya bahwa endorse jaman sekarang lebih untuk "stock foto" saja. Karena followers endorser baru biasanya para endorser lain juga. Jadi jangan berharap lebih.. Yang kita perlukan adalah foto dari endorser tersebut menggunakan produk kita.
Tuesday, May 2, 2017
Posted by Jody Baharizki
Tag :

5 Kiat Sukses Menjadi Reseller

SUKSES MENJADI RESELLER?


Siapa bilang menjadi reseller sebuah produk tidak bisa sukses?
Menjadi reseller saat ini merupakan pilihan tepat untuk kita yang ingin berbisnis tanpa modal. Karena banyak produsen yang menawarkan sistem dropshipper, tentunya dengan margin keuntungan yang disesuaikan.




Reseller Produk


Sudah banyak contoh reseller yang sukses meraup untung jutaan. Mulai reseller buku, aplikasi, baju, camilan, dan lainya. Tentunya untuk sukses harus memiliki kiat-kiat berikut ini:

1. Niat
Modal utama pengganti uang adalah niat. Karena dengan niat yang baik maka kita sudah berjanji pada diri sendiri untuk segera memulai menentukan pilihan. AKU MAU JADI RESELLER CAMILAN!

2. Semangat
Nah, setelah niat sudah selanjutnya adalah semangat. Semangat untuk aktif berjualan dengan cara-cara yang halal. Misal ada si A dan si B. Mereka sama-sama reseller produk camilan. si A setiap hari memasarkan jualanya secara online tetapi si B hanya seminggu sekali memasarkan. Kira-kira siapa yang berpeluang mendapat penjualan lebih banyak? Apalagi si A juga menawarkan produknya ke cafe, toko oleh-oleh di daerahnya. WOW Pasti penjualan lebih ramai

3. Memahami produk
Hal ini sangatlah penting. Sebagai reseller, kita harus tau seluk beluk produk yang kita jual. Yang paling penting sebagai reseller harus bisa menjelaskan pada customer tentang produk tersebut. Jangan hanya menjual tanpa mengedukasi pasar tentang manfaat produk tersebut.

Reseller Camilan
Gabung Reseller? bit.ly/ResellerEmmh


4. Multi produk
Untuk menjadi Reseller sangat disarankan menjual berbagai macam produk sejenis. Kenapa? Karena konsumen akan lebih banyak pilihan. Semisal jual camilan maka kita harus memilih produsen yang beragam. Ada keripik, makaroni, sus kering, mie lidi, dll. Mencari produsen sangat mudah apalagi di instagram.

5. DOA
Doa adalah senjata pamungkas untuk menunjang rejeki kita. Karena sekeras apapun kita berusaha tanpa diiringi doa semua akan sia-sia.



Intinya untuk menjadi reseller handal harus memiliki semangat membara.. dan pintar mencari peluang pastinya. SETUJU?

==========
Peluang bisnis menjadi Reseller camilan sus kering Emmh! Snack daftar aja disini  bit.ly/ResellerEmmh
Friday, February 10, 2017
Posted by Jody Baharizki

Belajar Bisnis Camilan

Sudah masuk di materi #BelajarBisnisCamilan 5
Gabung di Grup:
Telegramhttps://t.me/belajarbisniscamilan
FB: bit.ly/BelajarBisnisCamilan

Branding pada produk dan owner

branding


Apakah Anda pemilik produk? atau pemilik toko online/offline?
Jika "YA" maka simak baik-baik pembahasan berikut ini.

Setiap owner pasti ingin produk atau jualanya laris di pasaran, tapi apakah kita sadar bahwa sebelum bisa laris di pasar, produk kita harus dikenal?

Nah... sekarang kita coba evaluasi apakah produk kita sudah dikenal?
Bagaimana ceritanya produk kita banyak dibeli, sementara orang tersebut tidak tau apa produk kita. Hal paling mudah untuk perkenalan produk adalah dengan media sosial. Ya, cukup mengulas produk kita di media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook yang tentunya gratis. Jika sudah punya dana lebih bisa merambah ke website.

Kita akan bahas Facebook terlebih dahulu. Kalau kita aktif di FB, kita akan banyak menjumpai para guru yang sudah merambah FB untuk personal branding mereka. Sebagai contoh Kang Rendy Saputra, Mas Jaya Setiabudi, Kang Dewa Eka Prayoga (bisa cari di FB). Mereka semua bisa kita contoh untuk membangun personal branding. Dengan personal branding yang kuat otomatis ketika kita mengenalkan produk yang kita miliki akan mudah diterima oleh minimal followers kita di FB tersebut.

Bandingkan dengan orang yang memiliki produk, tapi tidak pernah share mengenai produk yang dimiliki. Gimana kira-kira hasilnya? 0. Kalaupun ada ya mungkin beruntung bisa menemukan produk tersebut.

Intinya dalam proses branding terutama personal branding kita harus soft selling (berjualan secara halus). Menggunakan cerita yang dapat mempengaruhi calon customer kita untuk setidaknya tau akan produk kita. Atau lebih jauh lagi apabila calon customer merasakan manfaat, akan terjadi closing.

Contoh:

1. Misal upload foto endorse artis dengan produk camilan saya
"Liburan pada kemana? si XXX aja ngemil Emmh! Snack dia order di LINE @FKF5688T, kata dia rasanya maknyussss buat nemenin liburan. Mau coba kepoin dulu IGnya @emmh.snack?"

2. Misal kita sedang mengikuti tren dan memancing orang untuk add LINE kita
"Om Tolelot Om... ada kejadian menarik ketika kamu add LINE @FKF5688T... Pokoknya waktu kamu add langsung ada om Tolelot Om... Coba aja"
Sunday, January 22, 2017
Posted by Jody Baharizki
Tag :

Psang Iklan?

Psang Iklan?
Klik gambar diatas

Like Us!

Youtube

\
\

Labels

Powered by Blogger.

Total Pageviews

- Copyright © 2016 Jody Baharizki -@jodybaharizki- Powered by Blogger -