Sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang judul yang saya buat. Bukan bermaksud men-jelek-kan profesi karyawan, namun saya ingin memberikan ...

3 Alasan Kuat Beralih dari Karyawan Menjadi Entrepreneur

/
0 Comments
Sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang judul yang saya buat. Bukan bermaksud men-jelek-kan profesi karyawan, namun saya ingin memberikan pandangan dari sisi lain. Tidak ada yang salah dalam setiap profesi yang HALAL. Lalu, jika ada yang protes "Kalau semua jadi pengusaha, siapa yang jadi karyawan?" Jawab aja "Yang penting bukan saya" hihi Setuju? Lanjut....



Saya ingin bertanya dan tolong Anda jawab dalam hati. Jika benar katakan YA dalam hati...
Apakah Anda sedang membaca tulisan ini?
Apakah Anda ingin memiliki usaha sendiri?
Apakah Anda ingin menjadi Entrepreneur sukses?

Dari 3 pertanyaan diatas ada berapa "YA" yang Anda katakan dalam hati? oke, simpan dalam hati dulu.

Rasanya tidak fair kalau saya sharing tapi tidak pernah mengalami. Sebagai informasi, saya pernah bekerja di salah satu Agency Design di Jakarta selama kurang lebih 4 tahun. Selama bekerja saya  banyak belajar dan mencari jati diri. Apakah saya akan terus menjadi karyawan atau saya resign dan menjadi Entrepreneur? Pilihan yang sulit.

Apalagi untuk Anda yang saat ini sedang kuliah ataupun lulusan Universitas dan bingung ingin kerja dimana? atau ingin buka bisnis apa? (baca juga http://blog.jodybaharizki.com/2018/02/sarjana-harus-ngapain-jawab-disini.html)

Menjadi karyawan itu ENAK. Masuk kantor jam 8 pagi pulang jam 5 sore. Pulang kantor bisa ngopi sama temen. Pulang rumah nyantai dan persiapan besok ngantor lagi. Akhir bulan selalu dapat GAJI yang tiap orang pasti beda-beda. Ada yang 2 juta, 5 juta, 8 juta, 10 juta, 20juta, dan lebih besar lagi. Lalu kenapa masih banyak yang ingin jadi Entrepreneur?

Inilah 3 Alasan Kuat Beralih dari Karyawan Menjadi Entrepreneur:

1. PASSION

Passion menjadi faktor penentu apakah kita harus menjadi Karyawan atau Entrepreneur. Orang yang suka dengan karir profesional akan senang menjadi karyawan. Sebaliknya orang yang suka dengan karir non profesional akan suka dengan dunia Entrepreneur. Biasanya, karyawan memiliki skill dalam 1 bidang, sedangkan entrpreneur tidak memiliki hal itu. Tapi dengan menjadi entrepreneur kita bisa mengumpulkan berbagai orang dengan skill yang berbeda-beda. Passion bisa berubah seiring perjalanan hidup. Awal mula passion saya di bidang fashion, namun karena terjebur ke bidang kuliner akhirnya saya lebih cenderung Passion kuliner.

2. TANTANGAN

Tantangan seorang karyawan dan Entrepreneur sama beratnya. Seorang karyawan yang menyukai tantangan baru biasanya akan disukai atasan mereka. Dan jabatan yang mereka dapat pasti lebih tinggi daripada orang yang ada di zona nyaman. Begitupula dengan seorang Entrepreneur, sudah pasti tantangan yang dihadapi lebih besar. Tapi kepuasan dalam diri setelah berhasil menyelesaikan proyek, menggaji karyawan, memberi tunjangan karyawan, bermanfaat untuk warga sekitar, dll. Seorang Entrepreneur harus menghadapi setiap tantangan. Tidak ada yang menolong, kuncinya terus berusaha dan tidak menyerah. Di titik ini saya masih memiliki banyak tantangan yang harus dilewati. Salah satunya adalah saya kembali dari Jakarta ke sidoarjo dengan tujuan membagi ilmu yang saya dapat, dan membuat kegiatan sharing session dengan nama #Mariberkarya di sidoarjo.

3. KELUARGA

Kenapa keluarga menjadi faktor penting? Rutinitas seorang karyawan memaksa kita untuk jauh dari keluarga. Karena waktu habis di luar rumah. Memang ada beberapa pekerjaan yang bisa banyak waktu untuk keluarga namun mayoritas sepert itu. Dengan menjadi Entrepreneur kita memiliki tujuan agar bisa mengembangkan perusahaan sehingga bisa auto pilot. Setelah itu waktu untuk keluarga akan lebih banyak. Selama 4 tahun bekerja tentunya saya harus jauh dari keluarga. Pualng 4 bulan sekali rasanya sudah setengah hati. Apa arti materi kalau kebahagiaan susah dicari?


3 Alasan diatas yang membuat saya memutuskan beralih dari seorang karyawan menjadi Entrepreneur. Mungkin Anda bertanya "Apakah saya harus resign untuk menjadi entrepreneur?" jawaban saya adalah TIDAK (untuk saat ini). Karena resign bukan keputusan yang sepenuhnya tepat.

Resign harus didasari modal yang kuat. Modal tidak hanya uang tapi juga pengalaman dan ilmu *Akan saya bahas di post selanjutnya tentang "Kapan harus resign?"

Jadi gimana? Makin betah jadi Karyawan? atau ingin segera menjadi Entrepreneur?
SABAR, jalani apa yang ada saat ini dengan serius dan sungguh-sungguh.

Seperti kutipan berikut "Waktu New York 3 jam lebih cepat dari California tapi bukan berarti waktu di California lama, atau waktu di New York lebih cepat. Kedua2nya berjalan sesuai dengan waktu nya masing2. Ada yang sudah jdi CEO diumur 25 dan kemudian meninggal diumur 50, ketika yang lain baru jdi CEO diumur 50 dan hidup sampai umur 90 (Kolonel Sanders KFC dan Watson IBM). Setiap org punya jalannya masing2 berdasarkan Time zone nya."


#MariBerkarya







You may also like

No comments:

Total Pageviews

Powered by Blogger.